Monday, February 01, 2010

Mbah Maridjan SAKIT jadi batal naik Merapi!

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Juru kunci Gunung Merapi, Mas Kliwon Surakso Hargo atau yang akrab dipanggil Mbah Maridjan, Jumat (24/7) pagi, tidak bisa mengikuti rombongan abdi dalem dan masyarakat untuk mengikuti prosesi labuhan di Pos III atau Pos Kendit di Lereng Gunung Merapi, Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta. Yang bertugas membawa ubo rampe atau aneka sesaji akhirnya diwakilkan ke anaknya yang bernama Asih.

Mbah Maridjan, yang pagi itu mengenakan busana jawa warna merah muda, hanya sebatas memimpin prosesi pemberangkatan rombongan yang membawa ubo rampe dengan cara berdoa di halaman rumahnya di Dusun Kinahrejo, Kaki Gunung Merapi, sekitar pukul 06.28.

Diperoleh informasi, Mbah Maridjan yang populer dengan slogan "rosa-rosa" (kuat) dalam sebuah iklan produk minuman suplemen itu sedang kurang enak badan.

Rangkaian prosesi labuhan (labuhan alit) sebenarnya dimulai Kamis kemarin atau bertepatan dengan tanggal 30 Rejeb pada penanggalan Jawa. Prosesi kemarin diawali dengan serah terima ubo rampe yang akan dilabuh dari pihak Keraton Yogyakarta ke pihak Kecamatan Cangkringan. Dari kecamatan, ubo rampe diinapkan satu malam di rumah Mbah Maridjan.

Malam harinya atau Kamis malam tadi diselenggarakan pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Mas Riyo Manggoloseputro, abdi dalem Keraton Yogyakarta.

Prosesi labuhan dihadiri ratusan orang, terutama mereka yang percaya akan berkah dari kegiatan tersebut. Mereka rela ikut berjalan mendaki, meski cuaca gerimis dan berkabut.

No comments: